Rabu, 11 Desember 2013

Kamar Doraemon

Bagi kita orang tua, memisahkan tidur anak-anak dari orang tua menjadi persoalan tersendiri. Anak-anak dalam batas usia tertentu masih senang tidur bersama orang tuanya. Tentu saja ini menjadi tidak baik bagi kedua belah pihak. Bagi anak, terlalu lama tidur bersama orang tua, menciptakan ketidakmandirian. Di sisi lain bagi orang tua, mesti berhati-hati jika hendak melakukan 'aktivitas malam' tatkala anak-anak masih tidur bersama mereka. Karena jika anak sampai melihat apa yang dilakukan orang tuanya ini tentu akan menjadi pengalaman yang membingungkan bahkan membahayakan bagi perkembangn psikologis anak.

Menyiapkan kamar anak sesuai dengan selera mereka merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Demikian juga yang kami lakukan untuk anak-anak  yang masih suka tidur bersama di kamar orang tua. Nasihat kami agar mereka lebih mandiri dan tidak tidur bersama orang tua rupanya tidak cukup mempan. Mereka tidak mau tidur dikamar bersama kakaknya yang telah remaja. Barangkali karena kakaknya juga merasa tidak nyaman tidur bersama adiknya yang masih kecil. Jika demikian orang tua mesti memikirkan cara lain.

Akhirnya, kami mengajak anak-anak berdialog. Mengapa mereka tidak mau tidur bersama kakaknya, sementara kamar juga memungkinkan untuk dipakai bersama. Mengapa mereka mau tidur bersama orang tua, dan sebagainya. Dari dialog itu, kami menyimpulkan bahwa mereka mau tidur sendiri jika memiliki kamar doraemon sesuai tokoh kartun kesukaannya. Jadilah, kami bekerjasama untuk menyiapkan kamar doraemon. Anak-anak memilih warna biru sebagai warna tembok kamarnya. Tempat tidur susun berwarna merah menjadi pilihan mereka, juga sprei dan bed cover motif doraemon. Tak lupa bantal doraemon turut menempati tempat tidur mereka.

Alhamdulillah kamar doraemon menjadi solusi tepat untuk mereka agar mau tidak tidur bersama orang tua. Sejak memiliki kamar doraemon, dua anak terkecil senang tidur di kamarnya sendiri. Tentu saja ini membahagiakan kami orangtuanya.

Menyiapkan kamar sendiri untuk anak bisa menjadi masalah tersendiri bagi orang tua yang rumahnya kecil. Namun bukan berarti orang tua terus membiarkan anak-anaknya tidur bersama mereka dengan segala resikonya. Bagi anak yang penting adalah rasa memiliki 'tempat'nya masing-masing untuk tidur dan beristirahat. Jika kamar sendiri tidak memungkinkan, maka memiliki tempat tidur sendiri meskipun kecil dan ditempatkan di ruangan bersama-sama dengan yang lain cukup membuat mereka nyaman.

Perasaan anak;  'ini loh tempat tidur saya', bisa membuat mereka merasa nyaman dan tahu dimana dia bisa bisa beristirahat tanpa harus merasa diganggu atau terganggu. Rasa memiliki itulah yang membuat mereka tidak memilih yang lain termasuk kenyamanan tidur bersama orang tuanya. Dan seperti yang dialami oleh anak-anak di rumah kami, mereka merasa tidak suka jika kakaknya numpang tidur bersama mereka. "Buk, aku nggak suka mbak tidur di kamarku, dia kan sudah punya kamar sendiri". Begitu ungkapan perasaannya saat kakaknya numpang tidur di kamarnya. Ah..dasar anak-anak.

Semoga kita semua termasuk orang tua yang memiliki keikhlasan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak menjadi anak-anak yang soleh dan solehah. Aamiin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar