Siapapun kita berharap perjalanan hidup yang normal, lahir, berkembang menjadi besar, sekolah, bekerja, menikah, melahirkan dan mendidik anak-anak, sebelum akhirnya kembali menghadap Illahi dengan hati yang tenang di usia tua. Namun, kehidupan setiap orang tidak selalu berlangsung normal seperti itu. Seperti itu jualah hidup yang aku alami dan impikan sebelumnya. Lahir di kampung nan permai dari orang tua yang penuh cinta dan lima saudara yang seiring sejalan menjadikan masa kecil kami yang penuh warna dan membahagiakan. Pun setelah aku beranjak remaja, bersekolah, aktif di berbagai kegiatan, mendaki gunung, menjelajah alam, semua menjadi pengalaman yang berkesan. Demikian juga ketika saatnya aku kuliah, lulus, bekerja dan akhirnya menemukan tambatan hati untuk hidup dalam mahligai pernikahan, semuanya berjalan normal dan membahagiakan. Namun, di tahun-tahun terakhir usia dua puluhan, Allah menghendaki jalan hidup yang tidak normal buatku. Di saat pernikahanku berusia 18 bulan, Allah memanggil suamiKu, meninggalkanku sendiri mengarungi dunia yang tiba-tiba saja menjadi tidak indah. Kehilangan itu membuat hatiku merasa hampa.
Aku tak berkutik menghadapi takdirMu. Engkau menguji cintaku, apakah akan berpaling atau istiqomah di jalanMu. Dan akupun menguji cintaku apakah cintaku pada manusia tidak melebihi cintaku padaMu. Namun keyakinanku, bahwa setiap kehendakMu adalah baik tak pernah tergoyahkan. Meski lelah dan terhempas, aku tak pernah menyerah dan berhenti melangkah menempuh hidup yang masih Engkau jatahkan. Terbukti kasih sayangMu berserak di sepanjang jalan. Menjadi penerang dan penunjuk jalan yang aku tempuh, memberikan kemudahan-kemudahan yang terbayangkan. Bahkan, zikir "cukuplah Engkau bagiku" membuatku nyaman tanpa teman dalam perjalanan. Engkaulah sebaik-baik teman perjalanan.
Begitulah proposal kehidupanku aku ajukan kepada Yang Maha Mengatur Hidup kita. Dan, Alhamdulillah proposalku disetujui. Tak lama kemudian, Allah benar-benar menghadirkan laki-laki baik di hadapanku. Laki-laki yang saat ini menjadi suamiku. Laki-laki yang juga memiliki jalan hidup tidak normal sepertiku. Namun justru dengan jalan hidup yang tidak normal itu, bersamanya aku belajar cinta dan ketulusan. Masing-masing kami pernah mengalami ujian cinta. Namun, ujian itu menyadarkan kami akan ketidaksempurnaan kami sebagai manusia, menyadarkan kami untuk tak lelah menjadikan cintaNya sebagai muara segala hal.
Robbi, ridhoi jalan hidup kami, satukan kami dalam cintaMu di kehidupan dunia hingga akhirat nanti, beri kami kemampuan mendidik anak-anak kami untuk mencintaiMu. Jadikan keluarga kami sakinah, mawwadah wa rahmah. Beri kami kemampuan untuk memberi manfaat terhadap keluarga, teman, dan sesama manusia yang lain. Jadikan kami hamba-hambaMu yang ikhlas dan istiqomah di jalanMu. Temani kami yaa Allah, jangan pernah tinggalkan kami dalam perjalanan hidup ini. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.
Aku tak berkutik menghadapi takdirMu. Engkau menguji cintaku, apakah akan berpaling atau istiqomah di jalanMu. Dan akupun menguji cintaku apakah cintaku pada manusia tidak melebihi cintaku padaMu. Namun keyakinanku, bahwa setiap kehendakMu adalah baik tak pernah tergoyahkan. Meski lelah dan terhempas, aku tak pernah menyerah dan berhenti melangkah menempuh hidup yang masih Engkau jatahkan. Terbukti kasih sayangMu berserak di sepanjang jalan. Menjadi penerang dan penunjuk jalan yang aku tempuh, memberikan kemudahan-kemudahan yang terbayangkan. Bahkan, zikir "cukuplah Engkau bagiku" membuatku nyaman tanpa teman dalam perjalanan. Engkaulah sebaik-baik teman perjalanan.
***********
Tiga belas tahun berlalu sudah sejak peristiwa memilukan itu aku alami. Dengan kehendakMu, aku mulai mempertanyakan jalan hidup yang aku pilih. Apakah ini jalan hidup yang benar, sedang Rasulullah utusanMu menganjurkan pernikahan. Menjadikan pernikahan sebagai bagian dari sunnahnya yang seharusnya kita ikuti. Dan aku memilih kembali kehadapMu di baitullah tempat mustajabnya do'a-do'a. Robbi, jika jalan hidup yang aku pilih salah, maka pertemukanlah aku dengan jodohku untuk kedua kalinya.
Robbi, ridhoi jalan hidup kami, satukan kami dalam cintaMu di kehidupan dunia hingga akhirat nanti, beri kami kemampuan mendidik anak-anak kami untuk mencintaiMu. Jadikan keluarga kami sakinah, mawwadah wa rahmah. Beri kami kemampuan untuk memberi manfaat terhadap keluarga, teman, dan sesama manusia yang lain. Jadikan kami hamba-hambaMu yang ikhlas dan istiqomah di jalanMu. Temani kami yaa Allah, jangan pernah tinggalkan kami dalam perjalanan hidup ini. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.